Bebas Cemas di Masa Pensiun! Ini 6 Strategi Jitu Rancang Keuangan dari Sekarang - AIpusatID

Bebas Cemas di Masa Pensiun! Ini 6 Strategi Jitu Rancang Keuangan dari Sekarang

Bebas Cemas di Masa Pensiun! Ini 6 Strategi Jitu Rancang Keuangan dari Sekarang

AIpusatID – Siapkah Anda menghadapi masa pensiun dengan tenang dan sejahtera?

Sayangnya, mayoritas masyarakat Indonesia belum memiliki kesiapan finansial menghadapi masa pensiun. Berdasarkan survei Future of Retirement: Bridging the Gap dari HSBC yang dilansir Kompas pada Februari 2019, sebanyak 76% dari 1.050 responden justru berharap sokongan finansial dari anak-anak mereka setelah pensiun. Fakta ini tentu cukup mencemaskan.

Padahal, seperti disampaikan perencana keuangan Giri Sulandar, persiapan menuju pensiun seharusnya menjadi prioritas utama dalam perencanaan keuangan, baik bagi karyawan swasta maupun pegawai negeri. “Kondisi keuangan dan aktivitas di masa pensiun jelas berbeda. Karena itu, dana pensiun harus dicek secara rutin agar bisa memetakan seperti apa kehidupan nanti,” ujarnya.

Berikut adalah enam langkah penting yang bisa Anda lakukan demi menyambut masa pensiun tanpa rasa khawatir:

Baca juga: Kaum Muda Rawan Gagal Finansial: Ini Kesalahan Pengelolaan Uang yang Sering Terjadi

Bebas Cemas di Masa Pensiun! Ini 6 Strategi Jitu Rancang Keuangan dari Sekarang
Bebas Cemas di Masa Pensiun! Ini 6 Strategi Jitu Rancang Keuangan dari Sekarang

1. Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak 10 Tahun Sebelumnya

Usia 45 tahun adalah waktu emas untuk mulai membentuk dana pensiun. Gunakan masa 10 tahun ini untuk menentukan instrumen investasi yang tepat dan aman. Selain itu, Anda juga bisa merancang kegiatan pasca pensiun yang akan tetap membuat hidup bermakna dan aktif.

“Manfaatkan waktu ini untuk memetakan kebutuhan rutin setelah pensiun,” saran Giri.

Baca juga: Kehidupan Finansial Keluarga Muda: Tantangan, Masalah Umum, dan Solusi Jitu

2. Urus Pencairan Dana Pensiun Minimal Enam Bulan Sebelum Pensiun

Pencairan dana pensiun tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Bagi PNS, idealnya proses administrasi dilakukan enam bulan sebelum tanggal pensiun. Dengan begitu, dana bisa langsung digunakan saat masa pensiun tiba.

Sementara bagi karyawan swasta, pastikan Anda memahami proses pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan, termasuk syarat dokumen seperti paklaring, fotokopi KTP, Kartu BPJS, KK, dan buku tabungan. Proses pencairan ini umumnya memakan waktu 10–14 hari kerja.

Jika Anda menabung dana pensiun di lembaga keuangan seperti DPLK atau instrumen mandiri lainnya, jangan lupa untuk mengecek hasil dan target dana secara berkala. Bila perlu, alihkan dana ke instrumen yang lebih agresif untuk mengoptimalkan hasil.

Baca juga: Rahasia Perencanaan Keuangan Pribadi: Kunci Masa Depan Stabil, Aman, dan Sejahtera

3. Lakukan Financial Checkup Menyeluruh

Menjelang pensiun, penting untuk mengevaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh. Ini termasuk menghitung utang, aset, dan estimasi pengeluaran saat pensiun, misalnya untuk biaya hidup sehari-hari, pendidikan anak, atau pernikahan anak.

Jika dana yang tersedia masih kurang, maka Anda harus mulai menekan pengeluaran. Contohnya, mengganti kebiasaan makan di mal dengan piknik hemat, atau membuat kopi sendiri di rumah alih-alih beli di kedai. Potensi penghematan bisa mencapai jutaan rupiah tiap bulan.

4. Lunasi Utang Sebelum Pensiun

Satu hal yang bisa mengganggu kenyamanan masa pensiun adalah utang yang belum lunas. Tanpa penghasilan rutin, cicilan justru menjadi beban. Maka, usahakan semua utang selesai sebelum masa pensiun tiba.

Cara melunasinya? Bisa dengan memakai sebagian dana pensiun atau menjual aset yang kurang produktif.

Baca juga: Atur Cash Flow Pribadi dengan Bijak, Kunci Stabilitas Finansial Jangka Panjang

5. Jual Aset Tak Produktif

Aset yang tak menghasilkan sebaiknya dipertimbangkan untuk dijual. Misalnya, properti di lokasi jauh yang sulit disewakan, atau mobil yang sudah tidak terpakai setelah pensiun.

Namun, jika aset seperti mobil bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan—misalnya untuk taksi online—dan tidak membebani biaya operasional, maka masih layak dipertahankan.

6. Siapkan Dana Darurat dan Asuransi Sejak Dini

Memasuki masa pensiun, dana darurat harus diperbesar. Letakkan dana ini di instrumen yang mudah dicairkan seperti tabungan atau emas.

Jangan lupa juga proteksi kesehatan. Asuransi sangat penting untuk menekan risiko pengeluaran besar akibat sakit. Jika ingin menambah perlindungan, Anda juga bisa mempertimbangkan asuransi jiwa dengan premi terjangkau.

Masa pensiun semestinya bukan masa yang menegangkan, melainkan saatnya menikmati hasil kerja keras selama puluhan tahun. Dengan persiapan keuangan yang matang, Anda bisa menikmati hari tua dengan tenang, mandiri, dan sejahtera.